Mimpi 260816

Saya di dalam kayu yang sangat banyak dan bersusunan seperti bahtera lalu datanglah air seperti bah dan saya teringat nabi nuh yang melakukan persiapan. Kaliber nabi pun melakukan persiapannya dengan matang dan terencana padahal beliau punya mukjizat yang mudah saja berjalan diatas air.Gampang saja diselamatkan malaikat.

Segera saya lari ke depan kayu dan air datang bagai mengamuk, menghantam apapun di depannya. Semua yang kulihat tenggelam dan saya terus menyelamatkan diri.

Setelah Belajar Sejarah

Setelah belajar sejarah tentu manusia mesti akan makin merinding di depan makam-makam bersejarah, hormat kepada orangnya, menghayati terhadap perjuangannya apalagi mendengar lagu kemerdekaan kita. Tentu saja ini karena ilmu. Ilmulah yang membedakan derajat kita kata Al Qur’an.

Sejarah selalu membuka mata kita terhadap yang tak nampak dan ghoib. Pengalaman yang tidak kita alami seperti nampak jelas di badan kita. Berbagai kerajaan bangun dan tumbang silih berganti meninggalkan korban-korban politik. Tetapi masih ada yang tetap bertahan yakni cinta kasih sesama manusia.

Cinta ini tak mengenal dari mana asal muasalmu apalagi engkau keturunan dari siapa. Cinta ini hidup dari masa ke masa di dalam darah tiap orang yang menginginkan kebaikan. Niat ingsun dados tiang sae.

142904_cham3

Pemakaman Di Kampung Champa, Vietnam

 

Fuck The Medical Capitalism

Setelah mengantar kontrol, berangkatlah saya ke Apotik di luar RS (tepatnya disebelahnya) atas saran dokter yang bersangkutan tanpa dia menyebut apotik mana secara spesifik. kemudian mencari rincian harga di Internet sebagai berikut:
– Laxadine : 40.000
– Kalnex 500mg : 40.000 (@4.000×10 tablet)
– Mefinal 500mg : 14.000
– Cefat 500mg : 13.000
– Nurtiflam : 65.000 (isi 10)

Ini harga retail yang dijual apotik online dan tentu saja jika mereka menjual dengan harga diatas tetap akan memperoleh laba. Secara lumrah, total yang harus saya bayar : Rp173.000,- sd Rp180.000,-  tetapi kagetnya saya harus membayar di kwitansi dengan rincian global: Rp 365.000,- (dengan alasan belum digital).

Harga yang sangat mencekik! Tentu saja secara politik saya tahu apotik akan memberikan royalti kepada dokter yang bersangkutan sebagai middle-man alias maklar dan apotik itu juga mencari laba yang tidak masuk akal. Pantas saja semua yang dilingkaran kapitalisme mudah sekali kaya raya akibat tidak paham fiqih halal harom dan jual beli.

Apotik dan dokter bangsat!

hard work

Suluk Wujil #11

“Pangestisun ing sira ra Wujil. Den yatna uripira neng dunya. Ywa sumambar angeng gawe kawruhana den estu. Sariranta pon tutujati. Kang jati dudu sira. Sing sapa puniku. Weruh rekeh ing sariri. Mangka saksat wruh sira maring Hyang Widi. Iku marga utama”

Artinya: “Ingatlah Wujil, waspadalah! Hidup di dunia ini jangan ceroboh dan gegabah. Sadarilah dirimu bukan yang Haq. Dan Yang Haqq bukan dirimu. Orang yang mengenal dirinya akan mengenal Tuhan. Asal usul semua kejadian. Inilah jalan makrifat sejati”

(Sunan Bonang)

Photography Quote

Nusantara

Betapa luas hati bangsa Nusantara mereka menerima India sebagai pencatat kebudayaannya tetapi dikemudian hari bangsa India yang justru terkenal dan Indonesia dianggap sebagai India minor oleh bangsa-bangsa modern saat ini. Tidak cuma menerima mereka sebagai pedagang tapi juga menerima agama mereka meski yang menganut agama ini hanya keluarga raja-raja demi kasta politik sementara rakyat Nusantara masih menganut agama kapitayan, agama terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dulu mana pencatat dan yang dicatat jika empu Walmiki dari India mengabarkan tentang Jawadwipa, negeri pertama para Dewa. Dimanakah wayang eksis? Dimanakah keris bertahan? Dimanakah negeri dimana batik masih sakral terpelihara?

Betapa mulia rasa bangsa Nusantara ketika menerima gelombang migran dari China akibat perang dan kecamuk kemiskinan dari negaranya. Kita turut menerima mereka ketika Jepang membuat derita di tanah tiongkok dan orang-orang china mesti mengungsi. Soekarnolah barangkali pendiri Singapura di balik layar meski dengan sejarah yang pahit tentang kerusuhan etnis. Sekarang negara itu telah berdiri megah sebagai negara mayoritas migran tiongkok.

Ketika Islam datang semenjak Brawijaya V betapa kita sangat memuliakan tamu terutama keturunan Sayyidina Husein yang banyak menyebarkan islam di daerah timur alias Asia Tenggara. Kita juga memuliakan walisongo yang turut menjaga Nusantara dari perang besar era transisi Majapahit ke Demak. Ketika keturunan Bani Hasyim dimusuhi di Mekkah oleh Wahabi Saudi kitalah yang menerima keturunan mereka. Saat Yaman berkecamuk perang, kita pula tuan rumah yang pertama membuka pintu dan mempersilakan muhajirin dari Hadhramaut untuk hidup di tanah kita.

Kita biarkan mereka menulis sejarah versi mereka selama berabad-abad tanpa mengeluarkan sejarah versi kita. Dimana terkadang tulisan mereka justru mengkerdilkan mereka dan membesarkan diri mereka. Sebab kita bukan bangsa primordial, bangsa yang kecil tapi membesar-besarkan diri.

Kita adalah bangsa yang sangat besar. Besar jiwanya, besar pengorbanannya untuk bangsa lain meskipun harus menutup diri. Kitalah yang membenahi dunia ketika derita silih datang berganti. Kitalah negeri kapal penyelamat (Safinatunnajah) tidak hanya dalam simbol sebab kayu kapal nabi Nuh terbuat dari kayu Jati Jawa.

Batik adalah kitab dan bacalah, mengertilah engkau…

(Dibuat sebelum berangkat ke Jogja untuk riset)

bhineka.png

Fotografi Tekstil / Batik

Ngobrol sedikit tentang kerjaan, fotografi tekstil itu gampang-gampang susah. Tadi sore saya mencoba memotret kain batik dengan menggunakan 2 pembanding yaitu flash built in, speedlite, dan continous light dengan softbox. Tentu saja dengan gear andalan Canon EOS600D lensa kit EF-S 18-55mm. Cukup lumayan kalau bisa memaksimalkan gear ini, cukup berantakan juga kalau malas mengoptimalkan. Apapun kameranya, otak manusianya lebih penting. Mikiro!

BBP Test Lightroom

Built In Flash Di EOS 600D + Lightroom

Torerot… Hasilnya built in flash menjadikan outputnya seperti ada bingkai hitam karena cahaya cuma tersebar dalam 1 center dan warna yang dihasilkan jika diedit cenderung artifisial meskipun secara detail gambar dapet banget. Flash memang oke tapi built in tidak disarankan untuk foto direct sebuah produk karena cahayanya kurang merata.

Oh ya Continous light juga sangat tidak disarankan pada kasus seperti ini karena selain boros (100w x 4 lampu) dengan softbox juga detail kainnya tidak akan dapet. Saya sempet dimarahi orang bule di chanel youtube gara-gara kekeuh bertanya tentang continous light pakai bulb (bohlam)

Continous Light

Memakai Continous Light 100wx2 x 2 Stand Di Kanan Kiri

Setelah built in dapat detail tapi gagal di kualitas maka saya mencoba Speedlite sejuta umat aka Yongnuo 560 versi III yang bisa dipake di both Canon atau Nikon. Belum tahu bisa dipakai dimana lagi, selama dudukannya oke mungkin bisa (koreksi kalau salah). Terjadilah error yang banyak diprotes. Dengan mengaktifkan speedlite di EOS 600D maka live viewnya biasanya koit sehingga sangat sulit untuk menjepret dengan teknik horizontal alias overhead photography ala food photograph. Belum ketemu solusi live viewnya.

Flash Eksternal

Memakai Speedlite Yongnuo 560 III Tanpa Editing

Flash Eksternal

Memakai Speedlite Yongnuo 560 III + Lightroom

Kesimpulannya saya pilih flash non direct dengan pakai payung atau softbox. Hasilnya akan tajam, detail, jelas dan gambarnaya adem. Kalau bisa ganti Nikon atau Mirrorless saja biar tidak terlalu soft seperti Canon.

Berhitung

Beberapa hal yang kupelajari malam dan menjelang pagi ini:

  • Menulis adalah perjalanan, adakalanya di perjalanan itu kita menemukan kesedihan dan adakalanya kita menemukan kesenangan. Perjalanan ini ada titik awalnya dan tentu saja ada titik akhirnya ketika rampung kepenulisan
  • Bangsa kita dibangun belasan abad lamanya dari berbagai pertemuan suku bangsa. Terjadi pasang surut pula dalam sejarahnya, kadang kala suatu kelompok berjaya adakalanya juga musnah karena musibah atau peperangan dengan saudara sendiri. Tidak ada kelompok di dunia ini yang abadi
  • Sebagai orang awam kita boleh mengerti sejarah Nabi dan Rasul sedetail-detailnya tetapi sedapat mungkin untuk diri sendiri dan tidak untuk dibahas sambil menyerahkan kepada Allah bahwa mereka semua adalah ma’shum
Noah Map By Rob Wilkinson 1818

Noah Generation Map By Rob Wilkinson 1818

Kembali Ke Alqur’an Dan Hadits

Setelah merenungi sedikit bab di kitab Fasholatan dan Sulamuttaufik maka saya tergerak menulis ini untuk pengingat bagi diri sendiri dan bagi teman-teman di alam gaib dunia maya yang kebetulan lewat.

Berangkat dari pertanyaan era modern: “Apakah kewajiban kita hanya mencari uang dan kaya raya?” maka hati saya menjawab tidak meski kebanyakan dari kita sepakat mencari uang dan dan kaya raya tetap penting di akhir jaman penuh fitnah ini. Tetapi itu hanya debu dibanding banyak kewajiban yang mesti kita pahami dan lakoni. Orang kaya raya tidak akan pernah tertarik membicarakan perihal harta sebab ilmu sudah tentu lebih berharga untuk dikaji dan dibahas.

Di dalam Islam kewajiban manusia banyak sekali dan yang terpenting kita wajib mengetahui kewajiban itu selengkap-lengkapnya secara detail. Begitu pula dengan sesuatu yang dilarang agama juga kita mesti tahu list dan daftar-daftarnya.Bagaimana kita bisa mengetahui wilayah dan melakukan perjalanan tanpa mengerti peta? Bagaimana kita bisa melakukan kewajiban dan meninggalkan larangan tanpa mengerti seluk beluknya?

Maka dari itu kita perlu kembali ke Al Qur’an dan Hadits Nabi. Tapi apakah sampeyan bisa menghafal Al qur’an dan hafal banyak hadits nabi secara tekstual dan kontekstual? Paham bagaimana menguraikannya secara jelas dan rinci ke dalam fak dan fan nya masing-masing? Terlebih paham rahasia Al qur’an dan hadits yang tidak diberikan kecuali kepada orang-orang yang ma’rifat dan takut kepada Allah?

Terus terang saya sendiri tidak sanggup. Tetapi ada orang-orang istimewa yang sanggup melakukan hal tersebut. Semenjak kecil orang-orang ini sudah hafal Al qur’an. Berikut adalah contohnya:

1) Al Hafidh (Al Hafidz) : Adalah gelar untuk ulama yang sudah hafal hadits lebih dari 100.000 hadits beserta sanad dan matannya, di zaman dahulu ada banyak ulama yang mencapai derajat ini, namun dijaman sekarang sudah sangat langka. Habib Umar Bin Hafidz dari Yaman adalah contoh ulama di Jaman ini yang digelari Al Hafidh.

2) Al Hujjatul Islam : Adalah gelar untuk ulama yang sudah hafal lebih dari 300.000 hadits beserta sanad dan matannya, ulama-ulama yang sudah mencapai derajat ini diantaranya Imam Ghazali, Imam Ibnu Hajar Al Asqalani, Imam Nawawi, dan masih banyak lagi. Sulit sekali mencari ulama yang mampu mencapai derajat ini.

3) Al Hakim : Adalah gelar untuk ulama yang sudah hapal lebih dari 400.000 hadits beserta sanad dan matannya.

4) Al Huffadhudduniya (Al Huffadh) : Adalah gelar untuk ulama yang mampu menghapal lebih dari 1.000.000 (satu juta) hadits beserta sanad dan matannya. Ulama yang mencapai derajat ini adalah Imam Ahmad bin Hambal, murid dari Imam Syafii.

Tetapi jika ada gelar menurut manusia pasti ada gelar mungguh Illahi. Ada ulama yang mendapat gelar dari Allah SWT dan Rasulullah dan saya khusnudhon mereka bertempat tinggal di Nusantara tercinta ini bahkan ada yang tersembunyi bak emas dan mutiara. Nusantara diprediksi kelak akan menjadi muara setiap ilmu agama dan negara penghulu agama Islam di masa depan ketika berbagai negara islam telah kocar kacir sebab peperangan internal. Semoga kita dianugerahi bertemu dengan ulama-ulama ini.

Baik gelar dari manusia maupun gelar dari Allah maka orang-orang istimewa ini disebut Imam, yaitu pemimpin dan pemuka agama sekaligus ulama pewaris keilmuwan nabi. Maka baiknya ketika kita tidak mampu secara keilmuan menghafal dan menelaah  maka kita mesti menjadi ma’mum dan mengikuti mereka. Maka tafsir “kembali ke Al qur’an dan Hadits” wajib kita perluas menjadi “Kembali ke Ulama dan karyanya yang paham bagaimana Al Qur’an dan Hadits”.

Wallahua’lam

IMG_0737

Di Kantin Sebuah Pondok Pesantren Istimewa Tegal

Kisah Daydeh

Akhir-akhir ini Daydeh sering muncul di kolom komentar blog. Ngasih komen-komen ke tulisan saya. Apakah mungkin dia sedang galau? Selain Daydeh kadang-kadang juga Gan Aftaf muncul. Apakah kalau Gan Aftaf muncul juga dia sedang galau?  Wallahua’lam bishowaab.

Pada tulisan kali ini saya ingin mengkorelasikan gejolak manusiawi dengan manusia bernama Daydeh. Semalam saya mengobrol bersama Mitra Satria dan menghasilkan term: “Manusia hidup takkan pernah lepas dari gejolak”. Ketika kita masih kecil gejolak kita diatur oleh orang tua lewat program wajib belajar. Ketika SMA timbulah gejolak dimana akan melanjutkan kuliah atau kerja saja seadanya. Sesudah mendapat Universitas misalnya gejolak akan timbul lagi pada saat skripsi. Setelah lulus ada gejolak besar bagaimana bekerja, berprofesi, dan mencari nafkah. Setelah menikah timbul gejolak punya anak atau tidak, dan seterusnya.

Tetapi masalah terbesar dari kita adalah bisa membedakan apakah ini hanya gejolak atau benar-benar realita yang menimpa kita?

Saya ikut menonton dan (sedikit) menemani gejolak beberapa orang teman jaman kuliah dengan berbagai tipikal pelarian. Salah satunya adalah Daydeh di kedua gejolak yaitu pada saat skripsi dan menuju merit. Pada waktu menggarap skripsi pelariannya adalah menonton film korea. Rupanya dia suka hubungan ideal ala film korea. Naik sepeda boncengan sambil rok berkibar-kibar, makan eskrim warna warni bareng dibawah bulan, atau bahkan sampai main gitar tengah malam di taman-taman kota ala tamsur. Di Indonesia tidak bisa kaya disana sebab ujung-ujungnya bisa dipalak preman main-main tengah malam.

Kemudian pada saat pra nikah pelarian Daydeh adalah musik. Dibelinya berbagai alat musik sampai recording. Genjrang genjreng kadang sampai dini hari sampai kuntilanak pun mungkin akan bosan. Lagunya ajeg: terlalu manis untuk dilupakan. Kalau dia sendiri sudah jenuh tiba-tiba di depan laptop aja, dengerin youtube sampe molor. Band andalannya Paramore yang vokalisnya rambutnya dicat macam cat besi Decolith.

Tetapi separuh gejolaknya telah usai. Hidup Daydeh penuh gejolak masa muda tapi setelah menikah semuanya seolah sirna. “Wanita tidak butuh mimpi kita Bud, mereka butuh kita nikahi”. Itu adalah pesan terakhirnya kepadaku di malam sebelum akad. Memang dia agak gila. Masa besok mau akad dan resepsi malamnya masih keluyuran dan sempet-sempetnya menjemput saya di stasiun Gambir buat kondangan besoknya. Tetapi saya gembira, sekarang dia bahagia selamanya bersama istrinya tercinta. Bisa dicek buktinya di: http://daydeh-109.blogspot.co.id/2016/03/menikahimu.html

Benarlah syair dalam kisah Kalilah Dimnah yang kurang lebih artinya “cinta datang bagai banjir Nuh yang menghapus segala kesedihan masa lalu”

daydeh

“Hanya di Dalam Mimpi Dan Surga Aku Bisa Bertemu Dia”

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.