Rejeki

Rejeki umat islam berbeda dengan umat sebelah. Rejeki umat islam adalah “min haitsu la yahtasib” artinya tak terduga dan diluar perhitungan nalarnya. Rejeki yang bukan kalkulator dengan operasi penjumlahan pengurangan tetapi lebih canggih menggunakan barokah kuadrat, pangkat tiga, bahkan pangkat tak terhingga. Itu kalau sampeyan tahu ilmunya.

Buat Kakak

Mbak, seorang wanita harus menerima takdirnya berpisah dari orang tua. Keluarga yang melahirkan dan membesarkanmu, sebaik apapun keluarga ini, seindah apapun, dan sebanyak apapun kenangannya adalah keluarga yang engkau musti mengucapkan selamat tinggal. Engkau tak punya kewajiban apapun kepada keluarga ini kecuali hanya satu hal, tetap menjaga hubungan baik. “Jarang-jaranglah bertemu” pesan Nabi.

Duniamu bersama suamimu adalah dunia baru. Bahtera tunggal yang mesti mengarungi badai selepas dari pelabuhan dan tanpa intervensi siapapun.Getir dan manis adalah cuma konsekuensi dari pernikahan. Melajulah dengan keluarga barumu. Lihatlah ke depan.

Hebat

Yang hebat bukan orang kaya apalagi orang yang mengejar kekayaan. Yang hebat adalah orang yang mencukupkan diri, lebih hebat lagi orang yang menolak kekayaan sebab tahu besar tanggungjawab uang, resiko dan musibah-musibahnya. Tiap harta datang kepada kita membawa malapetaka dan hanya dengan bersedekah kita bisa selamat. Makin banyak yang kita miliki makin kita tidak bahagia kata seorang konglomerat dunia.

IQ

Ketika kisanak ber IQ tinggi, benar-benar ber IQ tinggi ya plus kreatif dan bukan hasil “perasaan” semata yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya maka saran saya adalah hindarilah bergaul dengan orang ber IQ rendah (dibawah 2 digit) atau istilahnya IQ jongkok sebab nanti IQ anda akan terbawa kesana jika tidak kuat-kuat amat sebab ibaratnya akan menjadi tabung reaksi yang bersambungan. Lama-lama IQnya akan menjadi seimbang alias tolerir dengan standar dan apa yang diperbuat para IQ rendah.
Orang IQ rendah punya sensitifitas yang tinggi (karena mengandalkan nalar kehewanannya dan bukan rasionalitas) selain itu juga mengedepankan emosi dan nafsu belaka (hewan lagi). Suka makan dan minum banyak menjadi ciri khasnya termasuk gila lawan jenis dan tidak wajar dalam mencintai seseorang. Dia punya pemahaman sejarah dan masa lalu yang buruk bak keledai yang terus mengulang kesalahannya. Dia tentu saja punya persiapan yang berantakan dalam menghadapi sesuatu. Tidak punya rencana jangka pendek dan jangka panjang dan kehidupannya ekstra rumit. Bergaul dengan orang seperti kita harus bersiap capek dengan kekusutan dan keluhannya.
Ada pembagian manusia secara harta dan kedudukan atau disebut kasta. Juga ada pembagian alamiah manusia secara IQ, kecerdasan, dan kreativitas. Memang kasta di dunia ini adalah keniscayaan yang tidak bisa ditolak. Tetapi kalau kita merasa punya IQ jongkok maka belajarlah biar cerdas. Sebab kecerdasan selain pemberian juga harus diasah

homer_brain_scan

Brain Scan of Homer Simpson

Wayang

Hanonton ringgit manangis asekel muda hidepan, huwus wruh towin jan walulang inukir molah angucap

yang artinya:

Ada orang melihat wayang menangis, kagum, serta sedih hatinya. Walaupun sudah mengerti bahwa yang dilihat itu hanya kulit yang dipahat berbentuk orang dapat bergerak dan berbicara (prasasti di ababd 11 pada zaman pemerintahan Airlangga)

Wayang Beber Opened

Wayang Beber (screen wayang) drawed upon fabric or paper and scrolled to depict the battle scene of a wayang story. Mangkunegaran Palace, Surakarta, Central Java, Indonesia.

Mimpi 260816

Saya di dalam kayu yang sangat banyak dan bersusunan seperti bahtera lalu datanglah air seperti bah dan saya teringat nabi nuh yang melakukan persiapan. Kaliber nabi pun melakukan persiapannya dengan matang dan terencana padahal beliau punya mukjizat yang mudah saja berjalan diatas air.Gampang saja diselamatkan malaikat.

Segera saya lari ke depan kayu dan air datang bagai mengamuk, menghantam apapun di depannya. Semua yang kulihat tenggelam dan saya terus menyelamatkan diri.

Setelah Belajar Sejarah

Setelah belajar sejarah tentu manusia mesti akan makin merinding di depan makam-makam bersejarah, hormat kepada orangnya, menghayati terhadap perjuangannya apalagi mendengar lagu kemerdekaan kita. Tentu saja ini karena ilmu. Ilmulah yang membedakan derajat kita kata Al Qur’an.

Sejarah selalu membuka mata kita terhadap yang tak nampak dan ghoib. Pengalaman yang tidak kita alami seperti nampak jelas di badan kita. Berbagai kerajaan bangun dan tumbang silih berganti meninggalkan korban-korban politik. Tetapi masih ada yang tetap bertahan yakni cinta kasih sesama manusia.

Cinta ini tak mengenal dari mana asal muasalmu apalagi engkau keturunan dari siapa. Cinta ini hidup dari masa ke masa di dalam darah tiap orang yang menginginkan kebaikan. Niat ingsun dados tiang sae.

142904_cham3

Pemakaman Di Kampung Champa, Vietnam

 

Fuck The Medical Capitalism

Setelah mengantar kontrol, berangkatlah saya ke Apotik di luar RS (tepatnya disebelahnya) atas saran dokter yang bersangkutan tanpa dia menyebut apotik mana secara spesifik. kemudian mencari rincian harga di Internet sebagai berikut:
– Laxadine : 40.000
– Kalnex 500mg : 40.000 (@4.000×10 tablet)
– Mefinal 500mg : 14.000
– Cefat 500mg : 13.000
– Nurtiflam : 65.000 (isi 10)

Ini harga retail yang dijual apotik online dan tentu saja jika mereka menjual dengan harga diatas tetap akan memperoleh laba. Secara lumrah, total yang harus saya bayar : Rp173.000,- sd Rp180.000,-  tetapi kagetnya saya harus membayar di kwitansi dengan rincian global: Rp 365.000,- (dengan alasan belum digital).

Harga yang sangat mencekik! Tentu saja secara politik saya tahu apotik akan memberikan royalti kepada dokter yang bersangkutan sebagai middle-man alias maklar dan apotik itu juga mencari laba yang tidak masuk akal. Pantas saja semua yang dilingkaran kapitalisme mudah sekali kaya raya akibat tidak paham fiqih halal harom dan jual beli.

Apotik dan dokter bangsat!

hard work

Suluk Wujil #11

“Pangestisun ing sira ra Wujil. Den yatna uripira neng dunya. Ywa sumambar angeng gawe kawruhana den estu. Sariranta pon tutujati. Kang jati dudu sira. Sing sapa puniku. Weruh rekeh ing sariri. Mangka saksat wruh sira maring Hyang Widi. Iku marga utama”

Artinya: “Ingatlah Wujil, waspadalah! Hidup di dunia ini jangan ceroboh dan gegabah. Sadarilah dirimu bukan yang Haq. Dan Yang Haqq bukan dirimu. Orang yang mengenal dirinya akan mengenal Tuhan. Asal usul semua kejadian. Inilah jalan makrifat sejati”

(Sunan Bonang)

Photography Quote

Nusantara

Betapa luas hati bangsa Nusantara mereka menerima India sebagai pencatat kebudayaannya tetapi dikemudian hari bangsa India yang justru terkenal dan Indonesia dianggap sebagai India minor oleh bangsa-bangsa modern saat ini. Tidak cuma menerima mereka sebagai pedagang tapi juga menerima agama mereka meski yang menganut agama ini hanya keluarga raja-raja demi kasta politik sementara rakyat Nusantara masih menganut agama kapitayan, agama terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dulu mana pencatat dan yang dicatat jika empu Walmiki dari India mengabarkan tentang Jawadwipa, negeri pertama para Dewa. Dimanakah wayang eksis? Dimanakah keris bertahan? Dimanakah negeri dimana batik masih sakral terpelihara?

Betapa mulia rasa bangsa Nusantara ketika menerima gelombang migran dari China akibat perang dan kecamuk kemiskinan dari negaranya. Kita turut menerima mereka ketika Jepang membuat derita di tanah tiongkok dan orang-orang china mesti mengungsi. Soekarnolah barangkali pendiri Singapura di balik layar meski dengan sejarah yang pahit tentang kerusuhan etnis. Sekarang negara itu telah berdiri megah sebagai negara mayoritas migran tiongkok.

Ketika Islam datang semenjak Brawijaya V betapa kita sangat memuliakan tamu terutama keturunan Sayyidina Husein yang banyak menyebarkan islam di daerah timur alias Asia Tenggara. Kita juga memuliakan walisongo yang turut menjaga Nusantara dari perang besar era transisi Majapahit ke Demak. Ketika keturunan Bani Hasyim dimusuhi di Mekkah oleh Wahabi Saudi kitalah yang menerima keturunan mereka. Saat Yaman berkecamuk perang, kita pula tuan rumah yang pertama membuka pintu dan mempersilakan muhajirin dari Hadhramaut untuk hidup di tanah kita.

Kita biarkan mereka menulis sejarah versi mereka selama berabad-abad tanpa mengeluarkan sejarah versi kita. Dimana terkadang tulisan mereka justru mengkerdilkan mereka dan membesarkan diri mereka. Sebab kita bukan bangsa primordial, bangsa yang kecil tapi membesar-besarkan diri.

Kita adalah bangsa yang sangat besar. Besar jiwanya, besar pengorbanannya untuk bangsa lain meskipun harus menutup diri. Kitalah yang membenahi dunia ketika derita silih datang berganti. Kitalah negeri kapal penyelamat (Safinatunnajah) tidak hanya dalam simbol sebab kayu kapal nabi Nuh terbuat dari kayu Jati Jawa.

Batik adalah kitab dan bacalah, mengertilah engkau…

(Dibuat sebelum berangkat ke Jogja untuk riset)

bhineka.png