Puisiku

Puisiku adalah kenyataan yang maujud
Dari catatan harian seorang kekasih
Yang begitu sabarnya selalu menulis
Perihal cerita tentangku dan dirinya

Waktu telah mempertemukan berbagai hal
Meskipun hal tersebut sangat bertentangan
Sebagaimana keadaan siang dan malam
Juga laki-laki dan seorang perempuan

(2017)

Iklan

Saya Beruntung

Orang-orang bekerja keras menghancurkan gunung-gunung demi memperoleh emas. Mereka menghantarkan nyawa kepada laut buat mendapatkan mutiara. Rela berbondong-bondong ke kota dan berhimpitan menjadi babu demi hanya untuk beberapa lembar uang saja tapi Allah memberiku kamu, yang seandainya dibandingkan dengan seluruh penghasilan di dunia takkan mampu membayarnya.

Orang gila otomotif dibuat kagum dengan berbagai mobil mahal yang hanya bertahan paling banter 5 tahun. Ada yang sampai menguasai tanah yang luas buat dibangun piramid dan kota yang megah. Pesawat-pesawat dan kapal-kapal mewah diciptakan untuk orang-orang kaya. Tetapi masihkah itu sebanding denganmu? Tentu saja dibanding sholat sunnah fajarmu sedikitpun tidak.

Orang-orang bilang bepergian itu indah dengan berbagai foto-fotonya, mereka terobsesi keluar negeri entah piknik atau sekolah tetapi mana ada ruang seluas jiwa. Tak cukup dengan itu mereka keluar angkasa! Demi melihat keindahan luar saja. Sementara engkau istriku, matamu adalah pintu menuju rahasia samudera jiwa. Ketika pria yang bagai sungai kecil bergemuruh dia akan malu kepada wanita yang redam seperti lautan.

Ooo… takkan kuungkap rahasia cinta dari pernikahan, aku sangat takjub kepadanya. Sebab sunyi adalah bahasa Ilahiyyah. Aku bagai seorang anak kecil yang mlongo dengan panggung malam nan warna-warni dan tak ingin pulang. Benarlah bahwa dihadapan kekasih semua akan menjadi kanak-kanak.

Dia adalah belahan hatiku, sebaik-baik tempat singgah dari bepergian duniawi yang tiada arti. Saya beruntung beristri dirimu sebab memiliki wanita yang sholihah lebih berharga dari dunia seisinya. Dirimu adalah wakil dari sayyidina muthoharun, orang yang disucikan. Namamu adalah wakil dari yang kudus. Yaa quddus… Ya quddus… Ya Quddus…

Sholawat Kepada Nabi

Sebuah nukilan dari Kitab : Mukasyafatul Qulub.

جاء في الخبر عن النبي صلي الله عليه وسلم انه قال : ان الله تعالي خلق ملكا له جناح في المشرق وجناح في المغرب ورأسه تحت العرش ورجلاه تحت الارض السابعة وعليه بعدد خلق الله تعالي ريش , فاذا صلي رجل او امرأة من امتي علي , امره الله تعالي ان ينغمس في بحر من نور تحت العرش فيه , فينغمس فيه , ثم يخرج وينفض جناحه فيقطر من كل ريشة قطرة فيه , فيخلق الله تعالي من كل قطرة ملكا , يستغفر له الي يوم القيامة .

Telah datang kabar dari Nabi Saw, sesungguhnya Beliau Bersabda : ”Sesungguhnya Allah Swt Menciptakan Malaikat yang mempunyai satu Sayap di Timur dan satu sayap di Barat, Kepalanya di bawah Arsy, kedua Kakinya berada di bawah Bumi ketujuh dan Malaikat ini mempunyai bulu sebanyak hitungan Makhluk-Nya Allah Swt. Ketika salah seorang dari Ummatku baik laki-laki maupun perempuan membaca Shalawat kepadaku, maka Allah Swt Memerintahkan kepada Malaikat tersebut untuk menceburkan diri kedalam Lautan dari Cahaya yang berada di bawah ‘Arsy. Lalu Malaikat menceburkan diri kedalamnya kemudian keluar dan mengkibas-kibaskan Sayapnya, maka meneteslah dari setiap Bulu satu tetes. Kemudian Allah Swt menciptakan dari setiap tetesnya Satu Malaikat yang memintakan ampun untuk orang yang membaca Shalawat tadi sampai Hari Kiamat”.

قال بعض الحكماء سلامة الجسد , قلة الطعام , وسلامة الروح في قلة الآثام , وسلامة الدين في الصلاة علي خير الانام

Sebagian Ulama’ Ahli Hikmah berkata : ”Selamatnya Jasad dalam sedikitnya makan, selamatnya Ruh dalam sedikitnya dosa dan selamatnya Agama dalam Bershalawat kepada Makhluk terbaik (Nabi Muhammad Saw)َ”

Ekonomi yang hidup

Wahai manusia yang terhimpit ekonominya, jangankah bersedih ataupun berduka terlalu dalam. Mintalah kepada Allah agar dianugerahi akal sehat yang hidup dan nalar yang bekerja keras. Dahulu kala di Tegal hiduplah seorang Haji kaya raya bernama Haji Sakhori. Beliau dikenal sebagai saudagar, miliarder yang sangat hidup akalnya dalam akal ekonomi. Semua benda oleh haji Sakhori bisa dijadikan sebagai uang. “Ada orang banyak pasti ada uang” begitu prinsipnya. Maka dia mencontohkan mempekerjakan orang banyak itu untuk melakukan produksi, menjual barang dan mendapat laba dari barang tersebut.

Haji Sakhori di akhir hayatnya mengalami patah tulang punggungnya (mungkin karena ostheoporosis). Itu saja masih bisa memimpin usaha bahkan sambil berbaring karena begitu hidupnya akal ekonomi beliau. Sambil terapi di tempat yang jauh dia membeli tanah tersebut. Rumput yang begitu dimusuhi orang di matanya terlihat sebagai uang. Dipeliharanya kambing dan sapi disitu untuk penggemukan. Tidak cukup sampai situ, disponsorinya jalan menuju tanahnya dengan melobi Pak Camat dan akhirnya dibangunlah jalan menuju tanahnya.

Walhasil dengan hanya uang 100juta, beliau memperoleh laba sampai sekitar 7 Milyar dari tanah itu.

Penghuni Surga

Ciri-ciri Wanita Penghuni Surga
1. Afifah
Yaitu wanita yang bisa menjaga harga dirinya dari semisal hal-hal yang merendahkan martabat kemanusiaan
2. Thoi’ah
Yaitu wanita yang taat kepada Allah dan kepada suaminya
3. Walud
Yaitu wanita yang punya banyak anak banyak
4. Shobiroh
Yaitu wanita yang sabar atas sikap suami, kehidupan suami atau atas semua masalah yang menimpah keluarga
5. Qoni’ah
Yaitu wanita yang menerima apa adanya bagian atau rizqi yang diberikan kepadanya
6. Dzatu Haya’
Yaitu wanita yang punya rasa malu
7. Hafidhoh
Yaitu wanita yang mampu menjaga dirinya, aurotnya, keluarganya, anaknya dan harta dan rumah suaminya
8. Janda yang suaminya mati yang punya anak yang tidak mau menikah lagi karena khawatir menelantarkan anaknya

redross

Sowan Kanjeng Nabi

Saya: Assalamualaikum Ya Rasulullah
Nabi: “Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh. Tidak ada seorangpun yang mengucapkan salam padaku, kecuali Allah mengembalikan ruhku sehingga aku membalas salamnya”
Saya: Terima kasih ya Rasulullah. Saya hendak bertanya kepada panjenengan, bagaimanakah keutamaan nikah menurut agama?
Nabi: “Menikahlah kalian dan beranak cuculah, karena sesungguhnya kalian akan kujadikan kebanggaan di antara sekian banyak umat”
Saya: “Lalu siapa perempuan yang harus saya nikahi?”
Nabi: “Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia”
Saya: “Bagaimana saya mengadakan walimah yang disunnahkan oleh panjenengan? Apakah tempatnya harus bagus dan makanannya harus mewah?
Nabi: “Selenggarakan walimah (jamuan makan) meskipun hanya dengan menyembelih seekor kambing”
Saya: “Kami hidup di tengah-tengah masyarakat yang di tengah pernikahan mereka banyak acara dan praktek yang tidak menurut kepadamu ya Rasulullah”
Rasulullah: “Apa misalnya?”
Saya: “Mereka banyak berhutang dengan bunga untuk menyelenggarakan walimah/resepsi dan di acara resepsi banyak laki-laki dan wanita bersalaman yang bukan mahromnya”
Rasulullah: “Innalillahi wa innailaihi Roji’un. Bertakwalah kepada Allah. Satu dirham hasil riba yang dimakan seseorang sementara ia mengetahuinya, itu lebih buruk dari tigapuluh enam kali berzina dan ingatlah sungguh jika kepala seorang laki-laki ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik baginya dari pada dia menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya”
Saya: “Saya kembali kepadamu Ya Rasulullah dengan begitu banyak dosa-dosa”
Nabi: “Jangan berputus asa. Syafa’atku kelak bagi pelaku dosa besar dari kalangan umatku”
Saya: “Terima kasih Ya Rasulullah, Anta Syamsun Wa Anta Badruun. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

(Bertemu Rasulullah salah satunya adalah dengan pertemuan ilmu, yakni mengingat dan memahami ucapan lewat hadits beliau)

pendosa

“Akulah Pendosa Besar yang Merindu Padamu”

Wedhus

“Akan tiba masanya ketika harta muslim yang terbaik adalah domba yang digembala di puncak gunung dan tempat jatuhnya hujan. Dengan membawa agamanya dia lari dari beberapa fitnah (kemungkaran atau peperangan sesama muslim)”. (H.R. Bukhari)

lamb of god

Rumi

Hatiku telah berkobar api cinta

Semua orang bisa melihatnya

Tiap detak jantungku menjadi kerinduan

Tiada henti bagai ombak lautan

Orang-orang sekitar bagiku menjadi asing

Bahkan mereka memusuhiku!

Tetapi aku merdeka layaknya angin

Takkan ada yang bisa menyakitiku

Aku sudah dirumah dimanapun kuberada

Di dalam ruang cinta dan pecinta

Aku dapat melihat meski mata tertutup

Segala keindahan yang hakiki

Seluruh pembuluh darah ini diracun cinta

Dan aku menari bersama ritme gerak dan diam semesta

Kini seluruh inderaku telah sirna

Duniaku telah berubah: dunia pecinta