Kalau seandainya dulu saya sekolah diberi kurikulum yang nggak barlen (bubar klalen/lupa) maka saya akan menjadi generasi yang cerdas. Sayangnya saya dulu diberi matematika dari SD hingga kuliah semester awal seolah-olah menteri pendidikan punya harapan kepada saya untuk menjadi seperti Rene Descartes atau minimal Leibniz. Padahal matematika yang saya butuhkan simpel: matematika untuk ngitung duit, ngitung dagangan, ngitung-ngitung yang jelas-jelas saja. Kok malah kalau nggak pinter matematika saya dituduh bodoh, malas belajar, banyak bermain. Gimana ini? Padahal saya pernah ikut lomba matematika dulu di SD dan juara kecamatan, cuman saya bosan saja dan nggak ada tujuan jelas akhirnya jadi males. Ini bentuk pemberontakan saya. Lanjut membaca
Kategori
- Artikel Kritis (24)
- Artikel Santai (20)
- Human & Spatial (1)
- My Out Door Activity (4)
- Puisi Mereka (3)
- Puisiku (8)
- UAN Geografi SMA (4)
- Latihan UAN 2010 (3)
- UAN 2009 (1)
- Ujian Masuk PTN (3)
- SPMB 2007 (3)
-
Statistik
- 16,121 Pengunjung
Another Side of Me
Geografi UI Family
Idioteque
My Favourite Page
Tegalcyber Family